Saturday, March 9, 2013

c. Kebutuhan Energi



                Energi yang digunakan dalam melakukan aktifitas dalam kehidupan sehari-hari didapatkan oleh tubuh dari energi yang dilepaskan dalam tubuh pada proses pembakaran zat makanan.Akan tetapi kita tidak memperoleh seluruh energi makanan yang kita makan,karena semua energi yang terkandung dalam makanan dapat diubah oleh tubuh kedalam energi kerja.Dalam proses metabolisme tubuh,energi makanan hanya sebagian diubah kedalam energi kerja,sedangkan sebagian lagi diubah menjadi panas.Dengan demikian,dapat dimengerti bila habis makan atau melakukan kerja,suhu badan akan bertambah.
                Dengan Mengukut jumlah energi yang dikeluarkan tersebut dapat diketahui berapa banyak makanan diperlukan untu menghasilkannya.Pengukuran energi dapat dilakukan dengan kalorimeter.Jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh diukur secara langsung (direct calorimetry) dengan mempergunakannya untuk memanaskan sejumlah air yang diketahui beratnya.Dapat juga dengan mengukur perbandingan antara banyaknya CO yang dihasilkan dan O yang diperlukan pada proses pembuatan energi tersebut(indirect calorimetry).Hal ini berdasarkan suatu fakta bahwa untuk pembakaran zat makanan didalam tubuh diperlukan oksigen dan dihasilkan karbondioksida,sehingga dengan mengukur kebutuhan O dapat diketahui kebutuhan akan energi.Jadi,untuk mendapatkan energi didalam tubuh ada proses oksidasi.Untuk mengetahui jumlah energi yang dihasilkan,haruslah diketahui terlebih dahulu zat makana apa yang dioksidasi.Untuk proses oksidasi sejumlah zat tertentu,dihasilkan energi yang tertentu pula banyaknya,serta diperlukan oksigen yang tertentu banyaknya dan hasil karbondioksida dalam jumlah yang pasti.
                Didalam tubuh ada tiga golongan zat makanan yang dapat dioksidasikan untu mendapatkan energi,yaitu protein,lemak,dan karbohidrat.Berapa banyaknya oksigen yang dibutuhkan untuk oksidasi satu gram tiap golongan zat makanan tersebut,dapat diketahui energi yang terjadi pada oksidasi dari setiap gram bahan tersebut.Perbandingan antara COyang keluar dan O₂ yang dipakai itu disebut Respirator Quotient (RQ).
Jika zat makanan yang dioksidasi glukosa,makan :
C₂H₆O₂ + 6O₂ → 6CO₂ + 6H₂O
Respiratory Quotient (RQ) = ⁶̷₆ = 1
                Jadi,bila suatu oksidasi sempurna,RQ = 1.zat makanan yang dioksidasi adalah karbohidrat.
Jika yang dioksidasi lemak,reaksi nya adalah sebagai berikut :
C₅₄H₁₁₀O₆ + 81,5 O₂ → 57 CO₂ + 55 H₂O
Resperatory Quotient (RQ) = ⁵⁷̷₈₁‚₅ = ± 0,7
                Jadi,bila pada oksidasi sempurna,RQ = 0,7 maka yang dioksidasi adalah lemak.
Untuk oksidasi protein,kita dapatkan RQ = 0,8.Jika RQ antara 0,7-1,0 dapat disimpulkan bahwa oksidasi dari ketiga zat makanan tersebut.
                Respiratory Quotient tidak dapat selalu dipercaya.Misalnya,karbohidrat dapat berubah menjadi lemak sambil mengeluarkan oksigen,kenyataannya :
3 (C₆H₁₂O₆) → C₁₈H₃₆O₂ + 8 O₂
                Untuk oksidasi selanjutnya tubuh tidak membutuhkan oksigen lagi dari luar,sehingga RQ akan naik,misalnya menjadi 1,1-1,35.harus diperhatikan bahwa pada kerja otot secara anaerob,glikogen dipecah menjadi asam laktat yang masuk kedalam darah,bertemu dengan alkali,dan CO₂ akan dilepas sehingga RQ akan naik.Kecuali hal-hal diatas ini,RQ dapat dipercaya.
                Dengan demikian,dari besarnya RQ dab banyak nya oksigen yang dipakai pada tiap satuan volume dapat diukur energi yang timbul.Dalam praktik sehari-hari makanan yang memberi energi adalah karbohidrat dan lemak.
1 gr karbohidrat memberi energi = 4,1 kalori
1 gr Lemak memberi                         = 9,3 kalori
1 gr Protein memberi energi         = 4,1 kalori
                Untuk menetapkan oksigen yang digunakan dan karbondioksida yang ditimbulkan dari paru-paru,kita dapat menggunakan spirograf Kinipping.Pada dasarnya alat knipping terdiri dari tabung yang berisi air ditutup dengan tabung lain.Tabung dibawah mempunyai dua pipa yang satu berhubungan dengan mulut orang lain dengan pompa.Karbondioksida yang keluar dari pernapasan diikat dengan KOH sehingga volume oksigen yang digunakan untuk bernapas akan berkurang.Volume oksigen yang berkurang ini dapat dilihat pada skala.
                Jika kedalam larutan KOH dimasukkan HSO,maka CO akan dilepaskan.Penambahan volume yang ditunjukkan oleh jarum adalah ukuran banyaknya CO yang dikeluarkan waktu pernapasan tadi hingga “respiratory quoetient “ dapat diketahui.Cara tak langsung ini dapat dipergunakan untuk menyelidiki jumlah energi yang diperlukan oleh tubuh untuk melakukan berbagai aktifitas.
                Jumlah kalori yang diperlukan oleh otot untuk melakukan berbagai pekerjaan sebanding dengan meningkatnya kegiatan otot tersebut.Misalnya :
a)      Duduk istirahat menggunakan 15 kalori per jam
b)      Berdiri menggunakan 20 kalori perjam
c)       Berjalan menggunakan 150-240 kalori perjam
d)      Naik sepeda menggunakan 180-600 kalori perjam

Selain Itu,setiap orang harus makan dan proses makan sendiri sudah berarti pertambahan penggunaan energi.Dengan demikian,kebutuhan energi seluruhnya bagi orang dewasa dapat diukur dengan dipenuhinya beberapa hal antara lain untuk :
a)      Mancukupi metabolisme basal,
b)      Menutup pengaruh makanan,
c)       Melaksanakan pertumbuhan,dan
d)      Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang perlu.

No comments:

Post a Comment