Energi
yang digunakan dalam melakukan aktifitas dalam kehidupan sehari-hari didapatkan
oleh tubuh dari energi yang dilepaskan dalam tubuh pada proses pembakaran zat
makanan.Akan tetapi kita tidak memperoleh seluruh energi makanan yang kita
makan,karena semua energi yang terkandung dalam makanan dapat diubah oleh tubuh
kedalam energi kerja.Dalam proses metabolisme tubuh,energi makanan hanya
sebagian diubah kedalam energi kerja,sedangkan sebagian lagi diubah menjadi
panas.Dengan demikian,dapat dimengerti bila habis makan atau melakukan
kerja,suhu badan akan bertambah.
Dengan
Mengukut jumlah energi yang dikeluarkan tersebut dapat diketahui berapa banyak
makanan diperlukan untu menghasilkannya.Pengukuran energi dapat dilakukan
dengan kalorimeter.Jumlah kalori yang dikeluarkan oleh tubuh diukur secara
langsung (direct calorimetry) dengan
mempergunakannya untuk memanaskan sejumlah air yang diketahui beratnya.Dapat
juga dengan mengukur perbandingan antara banyaknya CO₂ yang dihasilkan dan O₂
yang diperlukan pada proses pembuatan energi tersebut(indirect calorimetry).Hal ini berdasarkan suatu fakta bahwa untuk
pembakaran zat makanan didalam tubuh diperlukan oksigen dan dihasilkan
karbondioksida,sehingga dengan mengukur kebutuhan O₂ dapat diketahui kebutuhan
akan energi.Jadi,untuk mendapatkan energi didalam tubuh ada proses
oksidasi.Untuk mengetahui jumlah energi yang dihasilkan,haruslah diketahui
terlebih dahulu zat makana apa yang dioksidasi.Untuk proses oksidasi sejumlah
zat tertentu,dihasilkan energi yang tertentu pula banyaknya,serta diperlukan
oksigen yang tertentu banyaknya dan hasil karbondioksida dalam jumlah yang
pasti.
Didalam
tubuh ada tiga golongan zat makanan yang dapat dioksidasikan untu mendapatkan
energi,yaitu protein,lemak,dan karbohidrat.Berapa banyaknya oksigen yang
dibutuhkan untuk oksidasi satu gram tiap golongan zat makanan tersebut,dapat
diketahui energi yang terjadi pada oksidasi dari setiap gram bahan
tersebut.Perbandingan antara CO₂yang keluar dan O₂ yang
dipakai itu disebut Respirator Quotient (RQ).
Jika zat makanan yang dioksidasi glukosa,makan :
C₂H₆O₂ + 6O₂ → 6CO₂ + 6H₂O
Respiratory Quotient (RQ) = ⁶̷₆ = 1
Jadi,bila
suatu oksidasi sempurna,RQ = 1.zat makanan yang dioksidasi adalah karbohidrat.
Jika yang dioksidasi lemak,reaksi nya adalah sebagai berikut :
C₅₄H₁₁₀O₆ + 81,5 O₂ → 57 CO₂ + 55 H₂O
Resperatory Quotient (RQ) = ⁵⁷̷₈₁‚₅ = ± 0,7
Jadi,bila
pada oksidasi sempurna,RQ = 0,7 maka yang dioksidasi adalah lemak.
Untuk oksidasi protein,kita dapatkan RQ = 0,8.Jika RQ antara
0,7-1,0 dapat disimpulkan bahwa oksidasi dari ketiga zat makanan tersebut.
Respiratory
Quotient tidak dapat selalu dipercaya.Misalnya,karbohidrat dapat berubah
menjadi lemak sambil mengeluarkan oksigen,kenyataannya :
3
(C₆H₁₂O₆) → C₁₈H₃₆O₂ + 8 O₂
Untuk
oksidasi selanjutnya tubuh tidak membutuhkan oksigen lagi dari luar,sehingga RQ
akan naik,misalnya menjadi 1,1-1,35.harus diperhatikan bahwa pada kerja otot
secara anaerob,glikogen dipecah menjadi asam laktat yang masuk kedalam
darah,bertemu dengan alkali,dan CO₂ akan dilepas sehingga RQ akan naik.Kecuali
hal-hal diatas ini,RQ dapat dipercaya.
Dengan
demikian,dari besarnya RQ dab banyak nya oksigen yang dipakai pada tiap satuan
volume dapat diukur energi yang timbul.Dalam praktik sehari-hari makanan yang
memberi energi adalah karbohidrat dan lemak.
1 gr
karbohidrat memberi energi = 4,1 kalori
1 gr Lemak
memberi = 9,3 kalori
1 gr
Protein memberi energi = 4,1
kalori
Untuk
menetapkan oksigen yang digunakan dan karbondioksida yang ditimbulkan dari
paru-paru,kita dapat menggunakan spirograf Kinipping.Pada dasarnya alat
knipping terdiri dari tabung yang berisi air ditutup dengan tabung lain.Tabung
dibawah mempunyai dua pipa yang satu berhubungan dengan mulut orang lain dengan
pompa.Karbondioksida yang keluar dari pernapasan diikat dengan KOH sehingga
volume oksigen yang digunakan untuk bernapas akan berkurang.Volume oksigen yang
berkurang ini dapat dilihat pada skala.
Jika
kedalam larutan KOH dimasukkan H₂SO₄,maka CO₂
akan dilepaskan.Penambahan volume yang ditunjukkan oleh jarum adalah ukuran
banyaknya CO₂
yang dikeluarkan waktu pernapasan tadi hingga “respiratory quoetient “ dapat diketahui.Cara tak langsung ini dapat
dipergunakan untuk menyelidiki jumlah energi yang diperlukan oleh tubuh untuk
melakukan berbagai aktifitas.
Jumlah
kalori yang diperlukan oleh otot untuk melakukan berbagai pekerjaan sebanding
dengan meningkatnya kegiatan otot tersebut.Misalnya :
a)
Duduk istirahat menggunakan 15 kalori per jam
b)
Berdiri menggunakan 20 kalori perjam
c)
Berjalan menggunakan 150-240 kalori perjam
d)
Naik sepeda menggunakan 180-600 kalori perjam
Selain Itu,setiap orang harus
makan dan proses makan sendiri sudah berarti pertambahan penggunaan
energi.Dengan demikian,kebutuhan energi seluruhnya bagi orang dewasa dapat
diukur dengan dipenuhinya beberapa hal antara lain untuk :
a)
Mancukupi metabolisme basal,
b)
Menutup pengaruh makanan,
c)
Melaksanakan pertumbuhan,dan
d)
Melaksanakan pekerjaan-pekerjaan yang perlu.
No comments:
Post a Comment